Rabu, 17 April 2013

PENDEKATAN PEMBELAJARAN OPEN ENDED


PENDEKATAN PEMBELAJARAN OPEN ENDED
(OPPEN ENDED APPROACH)

Menurut Sulistyono, pendekatan merupakan penelaahan terhadap suatu obyek, menganalisis, memperlakukan, mengevaluasi dari suatu sisi. Misalnya anak sebagai obyek, kalau menganalisis perilakunya maka disebut menggunakan pendekatan behavioral science, kalau yang dianalisis interaksi sosialnya dengan diberi tugas belajar, disebut menggunakan pendekatan tugas kelompok. 



Pendekatan pembelajaran matematika, adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan pembelajaran agar konsep yang disajikan bias beradaptasi dengan siswa. Kesimpulan pengertian pendekatan secara umum adalah suatu jalan, cara, atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran apabila dilihat dari sudut bagaimana proses pembelajaran atau materi pembelajaran itu dikelola.



Salah satu pendekatan yang sesuai untuk membangun kegiatan berpikir kritis dan kreatif siswa antara lain adalah pendekatan open ended. Di Jepang, pembelajaran yang berkembang dengan nama The Open ended Approach adalah suatu pembelajaran yang menekankan pada guru untuk mengawali setiap pelajaran dengan sesuatu yang dapat dibayangkan oleh siswa dan menyarankan proses dan produk yang bervariasi. Menurut Erman Suherman problem yang diformulasikan memiliki multi jawaban yang benar disebut juga problem open ended atau problem terbuka. Dengan problem open ended tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada bagaimana cara untuk sampai pada suatu jawaban. Disamping itu siswa juga dapat menjelaskan jawaban yang mereka peroleh.
Pendekatan open ended juga dapat digunakan sebagai alat evaluasi:
“Open ended Problems are also used as assessment tasks because “In responding to such (open-ended) items, students are often asked not only to show their work, but also to explain how they got their answer or why they choose the method they did” (Schoenfeld, A. et al., 1997).
Open problems sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. Yakni open-ended roblems dan pure open problems. Untuk open-ended problems sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua agian. Yakni:
(1) problems dengan satu jawaban bermacam cara penyelesaian; dan
(2) problems dengan bermacam cara penyelesaian juga bermacam jawaban.
Pokok pembelajaran open ended adalah adanya pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif antara matematika dan siswa sehingga mengundang siswa untuk memjawab permasalahan melalui berbagai strategi. Kegiatan matematis dan kegiatan siswa harus bersifat terbuka. Pembelajaran dengan pendekatan open ended biasanya dimuali dengan memberikan problem yang terbuka. In the teaching method that we call an ”open ended approach” an incomplete” problem is presented first. The lesson then proceeds by using many correct answers to the given problem to provide experience in finding something new in the process. This can be done through combining students’ own knowledge, skill, or ways of thingking thet have previously been learned.
Kegiatan matematis dan kegiatan siswa disebut terbuka jika memenuhi 3 aspek berikut:
1. Kegiatan siswa harus terbuka
Kegiatan pembelajaran harus mengakomodasi kesempatan siswa untuk melakukan sesuatu secara bebas sesuai kehendak mereka.
2. Kegiatan matematika adalah ragam berpikir
Kegiatan matematika adalah kegiatan yang di dalamnya terjadi proses mengabstraksikan dari pengalaman nyata kehidupan sehari-hari kedalam bahasa matematika atau sebaliknya. Jika proses penyelesaian suatu problem mengandung prosedur dan proses diversifikasi dan generalisasi, kegiatan matematika dalam pemecahan masalah seperti ini dikatakan terbuka.
3. Kegiatan siswa dan kegiatan matematik adalah satu kesatuan.
Ketika siswa melakukan kegiatan matematik untuk memecahkan permasalahan yang diberikan, dengan sendirinya akan mendorong potensi mereka untuk melakukan kegiatan matematika ketahap berpikir yang lebih tinggi.

Menurut Nohda (2000) tujuan dari pembelajaran open ended ialah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola piker matematis siswa melalui problem solving secara simultan.52 Pembelajaran dengan pendekatan open ended biasanya dimulai dengan memberikan problem yang terbuka kepada siswa. Menurut Sawada, bila open-ended problems diberikan pada para siswa di sekolah, setidaknya ada lima keuntungan yang dapat diharapkan. Yaitu:
1. Para siswa terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran dan mereka dapat mengungkapkan ide-ide mereka secara lebih sering.
2. Para siswa mempunyai kesempatan yang lebih dalam menggunakan pengetahuan dan keterampilan matematika mereka secara menyeluruh.
3. Setiap siswa dapat menjawab permasalahan dengan caranya sendiri.
4. Pembelajaran dengan menggunakan open-ended problems semacam ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam proses bernalar.
5. Ada banyak pengalaman-pengalaman berharga yang akan didapatkan siswa dalam bentuk kepuasan selama proses penemuan jawaban dan ketika mendapat pengakuan dari siswa-siswa lainnya.



Referensi:
Al Jupri, Open-Ended Problems dalam Matematika, (diakses, 13 Januari 2008)

Bansu I Ansari, Antara Matematika dan Dunia Nyata, diakses, 31 Januari 2007
(http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaopini&opinid=223, 21/12/2004)

Erman Suherman, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.

What is the Open ended Problem Solving?, (diakses, 20 Februari 2008) http://www.mste.uiuc.edu/users/aki/open_ended/WhatIsOpen-ended.html

Shimada, Shigeru. The Open ended Approach: A New Proposal for Teaching Mathematics. (Reston, Virginia: National Council of Teachers of Mathematics. 2003).

T. Sulistyono, Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran”Modul Umum Wawasan Pendidikan” (Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jendral tingkat Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2003).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar